Laman

Senin, 02 Mei 2011

KI HAJAR DEWANTARA

KI HAJAR DEWANTARA

Ki Hajar Dewantara on Twitpic

Disaat kita memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 mei, perhatikan kita tidak akan lepas dari nama seorang KI HAJAR DEWANTARA. Hal ini dikarenakan beliau adalah tokoh yang disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Berikut adalah profil dari Bapak Pendidikan Nasional "KI HAJAR DEWANTARA"

Ki Hajar Dewantara lahir di Jogjakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, kemudian sejak tahun 1922 beliau berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara dengan tujuan agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Nama inilah yang telah kita kenal sampai saat ini.

KI HAJAR DEWANTARA berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Beliau tamat pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit.

Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Sebagai penulis, beliau dikenal sebagai penulis yang komunukatif dan antikolonial.

Selain sebagai wartawan, KI HAJAR DEWANTARA juga dikenal sebagai aktivis sebuah organisasi yang konsen dalam bidang sosial & politik yakni, Boedi Oetomo yang berdiri pada tahun 1908. Beliau aktif di seksi propaganda, yang bertugas untuk menggugah kesadaran masyarakat Indonesia atas persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

KI HAJAR DEWANTARA juga menjadi anggota organisasi Insulinde, yakni suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di
Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD), yang kemudian DD mendirikan Indische Partij dimana KI HAJAR DEWANTARA juga turut di dalamnya.

KI HAJAR DEWANTARA juga pernah diasingkan ke Belanda karena tulisannya yang berjudul "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya Aku Seorang Belanda). Beliau diasingkan bersama DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo karena memprotes penangkapan KI HAJAR DEWANTARA oleh pihak Hindia Belanda. Oleh karena peristiwa inilah, KI HAJAR DEWANTARA, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo dikenal sebagai 3 serangkai.

Di dalam pengasingan KI HAJAR DEWANTARA juga masih aktif dalam sebuah organisasi bernama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Indische Vereeniging beranggotakan para pelajar asal Indonesia.

Sepulang dari pengasingannya di negeri Belanda pada bulan september 1919. KI HAJAR DEWANTARA mendirikan Perguruan Nasional Tamansiswa pada tanggal 3 Juli 1922. Yaitu suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para masyarakat pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti para priyayi (bangsawan) maupun orang-orang Belanda.

KI HAJAR DEWANTARA memiliki semboyan yang terkenal hingga kini yaitu "ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" yang berarti "di depan menjadi teladan,
di tengah membangun semangat, dari
belakang mendukung".

KI HAJAR DEWANTARA pernah menjabat sebagai Menteri Pengajaran Indonesia (Menteri Pendidikan Nasional kini) pada kabinet pertama Republik Indonesia.

Atas jasa-jasanya dalam dunia pendidikan KI HAJAR DEWANTARA mendapat
gelar doktor kehormatan (doctor honoris
causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada.

Beliau meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959.

Sebagai penghormatan kepada KI HAJAR DEWANTARA Presiden RI, Soekarno mengangkat KI HAJAR DEWANTARA sebagai pahlawan Nasional ke-2 melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Tanggal kelahiran beliau (2 Mei) juga digunakan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Selain itu nama KI HAJAR DEWANTARA juga diabadikan sebagai nama kapal perang Indonesia, yaitu KRI KI HAJAR DEWANTARA. Tak hanya itu, foto KI HAJAR DEWANTARA juga diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.

Marilah kita sebagai generasi muda, untuk melanjutkan cita-cita para pahlawan. Dalam hal ini adalah KI HAJAR DEWANTARA, untuk memajukan Dunia Pendidikan Indonesia. Majulah Dunia Pendidikan Indonesia ...!!!

sumber: Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar